Sulutpost, Manado – Persatuan Pelestari Olahraga Tradisional Indonesia (PORTINA) Sulawesi Utara terus mendorong pelestarian olahraga tradisional melalui dunia pendidikan. Sebanyak 23 dari 30 guru olahraga yang mengikuti diklat dan pertandingan olahraga tradisional tingkat SMA/SMK diproyeksikan menjadi pelopor pengembangan permainan tradisional di sekolah.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia, Yohanes Macpal, saat penutupan kegiatan di SMK Negeri 3 Manado pada Rabu (21/10/2026) sore.
Menurut Yohanes, kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 20–21 Oktober 2026, ini tidak hanya bertujuan melestarikan warisan budaya Nusantara, tetapi juga menjaring bibit atlet muda potensial untuk menghadapi Pekan Olahraga Rekreasi Nasional (Pornas) 2027 di Sulawesi Tengah.
“Sebanyak 23 dari 30 guru olahraga ini nantinya bakal jadi pelopor pertama olahraga tradisional,” ujar Yohanes, yang juga menjabat Bendahara PORTINA Sulut.
Ia turut mengapresiasi dukungan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, dalam mendorong kemajuan olahraga daerah sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Sementara itu, Wakil Ketua PORTINA Nasional, Yahya Majid, yang turut menyaksikan kegiatan tersebut, menilai olahraga tradisional memiliki daya tarik tersendiri bagi para pelajar karena mudah dimainkan dan relatif terjangkau.
Selain menyehatkan, permainan tradisional juga mengajarkan nilai kebersamaan, kejujuran, kedisiplinan, dan sportivitas. Aktivitas ini sekaligus menjadi alternatif positif bagi pelajar untuk mengurangi ketergantungan terhadap gadget.
Melalui keterlibatan guru olahraga dan dukungan berbagai pihak, PORTINA Sulut berharap permainan tradisional semakin diminati generasi muda, sekaligus melahirkan atlet-atlet potensial yang siap mengharumkan nama daerah pada Pornas 2027 di Sulawesi Tengah.
